Klise » Headline

Gold Is Going Down!!!

30 December 2011 1,909 views Tidak ada komentar


Harga emas merosot lagi pada minggu terakhir tahun 2011. Dari grafik diatas, yang diperoleh dari Kitco, terlihat warna biru (hari Selasa – 27 Desember 2011), warna merah (hari Rabu 28 – Desember 2011), warna hijau (hari Kamis – 29 Desember 2011).

Pada pergerakan hari Rabu, emas dibuka pada kisaran USD 1592.50 per troy ounce, dan terus terperosok jatuh ke bawah di harga terendah hariannya di kisaran USD 1549.45 per troy ounce dan akhirnya di tutup pada kisaran USD 1556.75 per troy ounce. Emas mengalami kerugian terhadap dollar sebanyak USD 35.75.

Hari Kamis, pergerakan emas spot pada sesi Asia terlihat bergerak tipis dan masih berada di kisaran USD 1554.53 per troy ounce, sedangkan perdagangan emas berjangka AS juga masih belum bergerak banyak dan berada di kisaran USD 1556.23 per troy ounce.

Secara teknikal, pergerakan emas pada grafik 4 jam-an terlihat masih berada di bawah garis simple moving average (SMA 120) dan indikator momentum 14 juga masih memberikan informasi bahwa pergerakan emas masih bearish* (Tren Turun). Di lain pihak indikator relative strength index (RSI 14) berada di level 21 dimana ada peluang emas akan melakukan rebound ke atas.

Penurunan tersebut terjadi karena berita neraca Bank Sentral Eropa melonjak naik membuat rekor baru sehingga menambah kekhawatiran investor tentang perkembangan penyelamatan ekonomi kawasan Eropa dari jeratan hutang yang berkepanjangan. Data neraca yang berjumlah € 2.73 triliun merupakan sebuah kewajiban yang harus disandang oleh European Central Bank. Jumlah tersebut merupakan beban yang di sandang dan membuat kekhawatian investor semakin bertambah terhadap prospek perbaikan ekonomi Eropa dan dunia akan semakin tersendat dan melambat.

Pergerakan emas pada tahun 2011 masih terlihat dalam pergerakan bullish* (Tren Naik), biarpun selama 4 bulan terakhir harga emas terkoreksi cukup tajam. Emas masih mencatat kemenangan terhadap dollar dan akan menutup akhir perdagangan tahun ini dengan mengambil potensi keuntungan sebanyak 38 % dari pergerakan awal tahun hingga akhir tahun yang tinggal satu hari lagi akan di tutup. Sadar atau tidak sadar, warna kemilau emas ternyata masih belum pudar dan fungsi emas sebagai safe haven investasi dan anti inflasi masih di pakai oleh para investor.

Secara umum peluang bearish* pada emas masih terbuka lebar. Jika emas masih melanjutkan pelemahannya dengan bergerak ke bawah maka di perkirakan support USD 1514.00 per troy ounce akan di uji oleh market. Sebaliknya, jika emas menguat maka emas berpeluang akan melakukan rebound terhadap dollar, dan resistan USD 1583.47 per troy ounce berpotensi akan di sentuh. (sumber: www.antamgold.com)

Untuk harga LM di Indonesia sendiri masih belum begitu terasa penurunannya, karena stock LM di ANTAM yang terbatas. Untuk update tanggal 30 Desember 2011, semua LM kosong (not available).

*) Bullish, diambil dari kata Bull yang adalah banteng. Saat pasar sedang mengalami kenaikan, berarti banteng (Bull) sedang memainkan peranan. Saat banteng sedang bermain dan memegang kendali, saat itu disebut dengan Bullish market.
Banteng adalah pembeli, kebalikannya Bear (beruang) adalah penjual, saat jumlah pembeli lebih banyak dari penjual. dapat pula disimpulkan saat itu disebut Bullish market. Atau jika dalam istilah forex pasar bullish sering pula disebut dengan UpTrend Market. Dimana currency dasar mengalami kenaikan nilai, sedangkan currency pasangannya mengalami penuluran nilai.

Dalam forex, pasar/market sering dikategorikan menjadi 3 jenis utama:
1. Bullish : Naik
2. Bearish : Turun
3. Sideways : Datar

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz